Dr. SILAHUDDIN

PENYAKIT KARDIOVASKULAR | 27 November 2012

Penyakit kardiovaskular adalah kelompok gangguan jantung dan pembuluh darah. Termasuk dalam penyakit ini antara lain:

  • Penyakit jantung coroner – penyakit pada pembuluh darah yang menyuplai otot jantung.
  • Penyakit serebrovaskular – penyakit pada pembuluh darah yang menyuplai otak.
  • Penyakit arteri perifer – penyakit pembuluh darah yang menyuplai tangan dan kaki.
  • Penyakit jantung reumatik – kerusakan pada otot jantung dan katup jantung oleh karena demam rematik, yang disebabkan oleh bakteri streptokokus.
  • Penyakit jantung bawaan – kelainan struktur jantung yang ada saat lahir.
  • Trombosis vena dalam dan emboli paru – Bekuan darah di pembuluh darah kaki, yang dapat terlepas dan berpindah ke jantung dan paru-paru.

Gejala umum?

Gejala serangan jantung meliputi:

  • Rasa sakit atau ketidaknyamanan di tengah dada, lengan, bahu kiri, siku, rahang, atau punggung.
  • Selain itu, orang tersebut mungkin mengalami kesulitan bernafas atau sesak napas, mual atau muntah, merasa pusing atau pingsan, berkeringat dingin, dan menjadi pucat.

Gejala stroke antara lain terjadinya kelemahan tiba-tiba di wajah, lengan, atau kaki, paling sering pada satu sisi tubuh. Atau secara mendadak terjadi :

  • Mati rasa pada lengan, wajah, atau kaki, terutama pada satu sisi tubuh.
  • Kebingungan, kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan.
  • Kesulitan melihat dengan satu atau kedua mata.
  • Kesulitan berjalan, pusing, kehilangan keseimbangan atau koordinasi.
  • Nyeri kepala hebat dengan tidak diketahui penyebabnya, dan
  • Pingsan atau tidak sadarkan diri.

Penyakit kardiovaskular merupakan  penyebab utama kecacatan dan kematian dini di seluruh dunia. Patologi yang mendasari adalah aterosklerosis yang berkembang selama bertahun-tahun dan biasanya sudah meluas di saat gejala muncul. Terjadi seringkali pada usia pertengahan.

Kejadian koroner akut (serangan jantung) dan kejadian serebrovaskular (stroke) seringkali  terjadi tiba-tiba, dan biasanya dalam keadaan  fatal sebelum perawatan medis dapat diberikan.

Faktor Resiko?

Gaya hidup yang tidak sehat dan penyakit yang terkait dengan gaya hidup tersebut merupakan factor utama terjadinya :

  • Kegemukan
  • Tekanan Darah Tinggi
  • Diabetes Mellitus
  • Merokok
  • Kolesterol tinggi
  • Kurang gerak
  • Stress
  • Faktor lain yang tidak bisa dimodifikasi yakni umur(>40 tahun), jenis kelamin (laki-laki lebih berresiko), adanya riwayat penyakit ini jantung dan stroke pada kelurga.

Bagaimana Pencegahannya?

Modifikasi faktor resiko dapat mengurangi angka kejadian dan kematian akibat penyakit ini, diantaranya:  

  • Perubahan diet

–  Semua individu seharusnya mengurangi asupan lemak total dan lemak jenuh. Asupan Asam lemak trans harus dikurangi sebanyak mungkin atau dihilangkan dan diet lemak polyunsaturated atau monounsaturated harusnya dapat porsi yang paling banyak.

–  Semua individu seharusnya mengurangi asupan garam hariannya setidaknya sepertiga, dan jika mungkin, <5 mmol  atau <90 gram per hari).

–   Semua individu seharusnya makan setidaknya 400 gram perhari berupa aneka buah-buahan dan sayuran serta biji-bijian dan kacang-kacangan.

  • Kegiatan Fisik

Semua individu seharusnya melakukan  setidaknya aktivitas fisik tingkat sedang (misalnya jalan cepat) 30 menit hari, melalui waktu luang, tugas sehari-hari dan aktivitas fisik yang berhubungan dengan pekerjaan.

  • Berhenti merokok

Semua perokok harus didorong untuk berhenti merokok. Mereka yang menggunakan bentuk-bentuk lain dari tembakau disarankan juga untuk berhenti.

  •  Kontrol berat badan

Semua individu yang kelebihan berat badan atau obesitas harus didorong untuk menurunkan berat badan melalui kombinasi diet rendah-energi) dan peningkatan aktivitas fisik.

  •  Konsumsi alkohol

Individu yang minum  alkohol dianjurkan untuk menghilangkan konsumsi alkohol.

  •  Obat antihipertensi

Semua individu dengan tekanan darah sama atau di atas 160/100 mmHg, harus berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan terapi obat dan saran gaya hidup yang sesuai.

  • Obat penurun lemak

Semua individu dengan kolesterol total sama atau di atas 8 mmol/l (320 mg/dl) harus menemui dokter untuk mengikuti diet penurun lipid dan mendapatkan statin untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

  • Obat hipoglikemia dan anti platelet

Individu dengan glukosa darah puasa persisten> 6 mmol/l, disamping kontrol diet, juga harus menemui dokter untuk mendapatkan terapi obat.

  • Pemberian hormon, vitamin B, C, E dan suplemen asam folat tidak dianjurkan.

Sumber: http://www.afro.who.int/index.php?option=com_docman&task=doc_download&gid=2750

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: