Dr. SILAHUDDIN

Pertanyaan Seputar Virus Corona MERS (MERS-CoV) | 7 Mei 2014

Photo: MERS-CoV particles as seen by negative stain electron microscopy. Virions contain characteristic club-like projections emanating from the viral membrane.

Tanya: Apa itu MERS?

Jawab:  Middle East Respiratory Syndrome (MERS) adalah penyakit pernafasan oleh karena virus yang dikenal dengan coronavirus. Penyakit ini disebut juga “Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus” (MERS-CoV).

T: Apa itu MERS-CoV?

J: MERS-CoV adalah beta coronavirus yang pertama kali dilaporkan di Saudi Arabia. MERS-CoV biasa juga disebut “novel coronavirus,” atau “nCoV”. Virus ini berbeda dari coronavirus yang biasa ditemukan pada manusia sebelumnya.

T: apakah MERS-CoV sama dengan virus  SARS?

J: Tidak. MERS-CoV tidak sama dengan coronavirus yang menyebabkan severe acute respiratory syndrome (SARS) dalam kurun tahun 2003. Akan tetapi, seperti halnya virus SARS, MERS-CoV paling mirip dengan virus Corona (coronavirus) yang ditemukan pada kelelawar.

T: Apa saja gejala dari MERS?

J: Kebanyakan mereka yang terinfeksi MERS-CoV mengalamai gangguan pernafasan akut yang berat dengan gejala panas, batuk dan gangguan nafas. Kematian dijumpai 30% dari mereka yang terinfeksi. Hanya beberapa saja yang menunjukkan gangguan nafas yang ringan.

T: Apakah MERS-CoV menular dari manusia ke manusia?

J: MERS-CoV bisa menular dari orang ke orang yang berhubungan dekat. Penularan dari mereka yang terinfeksi ke petugas kesehatan sedang dalam penelitian.

T: Bersumber dari apa MERS-CoV ?

J: Belum diketahui dengan pasti dari mana virus ini berasal. Tapi kemungkinan berasal dari hewan. selain manusia, MERS-CoV telah ditemukan pada unta di  Qatar, Mesir dan Saudi Arabia, dan kelelawar di Saudi Arabia. Pada sebagian negara, unta dietemukan antibodi terhadap MERS-CoV yang mengindikasikan bahwa para unta tsb telah terinfeksi oleh MERS-CoV atau virus yang sejenis.

T: Bolehkah bepergian ke negara-negara jazirah Arab dan sekitarnya dimana telah terjadi kasus MERS?

J: Masih diperbolehkan. CDC (Pusat pengendalian dan Pencegahan Penyakitnya Amerika) merekomendasikan bagi wisatawan untuk tidak membatalkan perjalanan mereka oleh karena kasus MERs-CoV ini. Mereka mengimbau bagi wisatawan yang bekerja sebagai petugas kesehatan di daerah jazirah Arab dan sekitarnya untuk menjalankan rekomendasi CDC dalam pengendalian infeksi terhadap kasus suspek atau yang sudah terkonfirmasi. Dan supaya mereka memonitor kesehatan sendiri secara teliti. Sedangkan bagi mereka yang punya tujuan yang lain, CDC menghimbau mereka untuk mengikuti standar pencegahan seperti cuci tangan dan menghindari kontak dengan orang sakit.

T: Bagaimana jika yang sudah terlanjur bepergian ke jazirah Arab atau sekitarnya dan telah jatuh sakit?

J: Bagi yang sudah menderita sakit seperti panas, dan juga gejala sakit pernafasan seperti batuk dan gangguan nafas, dalam 14 hari sejak bepergian dari negara tersebut, seharusnya secepatnya mengunjungi pelayanan kesehatan dengan memberi informasi tentang riwayat bepergiannya.

T: Bagaimana pencegahan diri dari penyakit ini?

J: CDC memberikan tip dalam upaya pencegahan:

  • Membasuh tangan sesering mungkin edngan sabun dan air selama 20 detik. Demikian pula bantu anak-anak untuk melakukan hal serupa. Jika tidak ada sabun dan air, pakailah pembersih tangan yang mengandung alkohol.
  • Tutuplah hidung dan mulut dengan tissu ketika bersin lalu buanglah tissu tersebut ke dalam tempat sampah.
  • Hindari sentuhan pada mata, hidung dan mulut dengan tangan yang tidak dibersihkan.
  • Hindari kontak dekat seperti mencium, berbagi tempat minum dan peralatan makan dengan orang yang sakit.
  • Bersihkan dan lakukan disinfeksi sesering mungkin pada benda-benda yang tersentuh seperti mainan dan gagang pintu.

T: Adakah vaksin untuk penyakit ini?

J: Belum ada.

T: Bagaimana pengobatannya?

J: Belum ada pengobatan yang spesifik yang direkomendasikan untuk MERS-CoV. Perawatan medis masih hanya bersifat suportif dan menghilangkan gejala saja.

T: Adakah pemeriksaan laboratorium?

J: Tes laboratorium (polymerase chain reaction or PCR) untuk MERS-CoV telah tersedia di beberapa negara. (di Indonesia belum tahu, red)

Footnote


  1. Kontak (hubungan) dekat didefinisikan dengan: a. seseorang yang merawat penderita, termasuk petugas kesehatan, anggota keluarga atau yang punya kontak fisik dengan penderita. b. setiap orang yang tinggal di tempat yang sama baik sebagai penghuni atau tamu dengan penderita.
  2. Negara-negara di Jazirah Arab dan tetangganya adalah: Bahrain, Iran, Iraq, Israel, Jordan, Kuwait, Lebanon, Palestina, Oman, Qatar, Saudi Arabia, Syria, United Arab Emirates (UAE) dan Yaman.

Sumber: http://www.cdc.gov/coronavirus/mers/faq.html#

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: