Dr. SILAHUDDIN

5 Alasan Tidur Kelamaan Tidak Lebih Baik dari Kurang Tidur | 24 Desember 2015

070edfe7-c46c-4ffa-aca4-d39740011a2c_169Kurang tidur banyak dikaitkan dengan berbagai risiko kesehatan, mulai dari kegemukan hingga peningkatan risiko stroke. Namun beberapa penelitian menyebut kebanyakan tidur juga tidak lebih baik.

Salah satu penelitian dilakukan oleh para ilmuwan dari University of Sydney terhadap 230.000 orang berusia 45 tahun ke atas. Hasilnya mengejutkan. Dibandingkan dengan partisipan yang tidurnya normal, partisipan yang tidurnya lebih dari 9 jam dalam sehari punya risiko 1,6 kali lebih besar untuk mati muda.

Selain itu, terlalu banyak tidur biasanya juga berkaitan dengan kurangnya aktivitas fisik. Gaya hidup sedentary atau kurang gerak juga berhubungan dengan banyak risiko penyakit, terutama yang menyangkut gangguan metabolisme seperti diabetes mellitus.
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini risiko kesehatan yang harus ditanggung jika tidur berlebihan:

1. Rentan depresi
Sebuah penelitian di tahun 2014 membuktikan bahwa durasi tidur berhubungan dengan gejala depresi. Penelitian yang dilakukan pada sejumlah pasangan kembar ini menunjukkan bahwa orang dengan durasi tidur 7-9 jam dalam sehari punya risiko depresi rata-rata 27 persen, sedangkan orang dengan durasi tidur di atas 9 jam risikonya mencapai 49 persen.

2. Merusak otak
Penelitian tahun 2012 membuktikan bahwa pada perempuan lanjut usia, tidur yang terlalu lama maupun terlalu sedikit bisa memperburuk fungsi otak. Pada kelompok yang tidurnya lebih dari 9 jam dalam sehari, fungsi otaknya memburuk 2 tahun lebih cepat.

3. Susah berketurunan
Tahun 2013, penelitian di Korea Selatan membuktikan bahwa terlalu banyak tidur mengurangi peluang keberhasilan dalam pembuahan berbantu atau in vitro fertilization (IVF). Peluang hamil teramati paling rendah pada perempuan dengan durasi tidur antara 9-11 jam dalam sehari.

4. Meningkatkan risiko kegemukan
Sebuah penelitian di Quebec membuktikan bahwa kurang tidur dan terlalu banyak tidur punya efek yang sama terhadap metabolisme tubuh. Risiko kegemukan dalam 6 tahun mengalami peningkatan sebesar 25 persen pada orang-orang dengan durasi tidur 9-10 jam dalam sehari. Dampak lebih jauhnya adalah risiko diabetes mellitus juga ikut meningkat.

5. Menyiksa jantung
Dalam pertemuaan ilmiah American College of Cardiology tahun 2012, terungkap sebuah penelitian menarik tentang tidur kelamaan. Penelitian yang melibatkan 3.000 orang ini menyebut bahwa terlalu lama tidur bisa meningkatkan risiko angina atau gangguan jantung sebesar 2 kali lipat, dan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner sebesar 1,1 kali lipat.

Sumber:

http://health.detik.com/read/2015/12/23/201611/3103649/766/1/5-alasan-tidur-kelamaan-tidak-lebih-baik-dari-kurang-tidur

 

Iklan

Ditulis dalam SEKILAS INFO

Tinggalkan sebuah Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: