Dr. SILAHUDDIN

Apa itu Stroke? | 7 Juni 2017

Stroke adalah kegawatan medis yang menjadi penyebab utama kematian di beberapa negara. Stroke terjadi oleh karena pecahnya pembuluh darah otak atau, dan ini yang tersering, terjadi pembutuan. Tanpa pengobatan, sel-sel otak akan dengan cepat mati. Sehingga berakibat kematian atau kecacatan yang berat. Oleh karena itu jika teman, keluarga dekat Anda mengalami gejala-gejala stroke, secepatnya diusahakan untuk mendapatkan pertolongan medis.

Gejala Stroke

Berikut adalah gejala-gejala stroke:

  • Mendadak lemah badan atau mati rasa terutama pada satu sisi.
  • Mendadak terjadi gangguan penglihatan baik satu sisi atau keduanya atau ada gangguan menelan.
  • Mendadak mengalami sakit kepala yang hebat tanpa tahu sebabnya.
  • Mendadak muncul pusing, gangguan berjalan atau gangguan keseimbangan.
  • Mendadak merasa bingung, sulit bicara atau sulit memahami perkataan orang lain.

Tes Stroke

Untuk mengetahui serangan stroke, lalukan tes FAST. Yakni singkatan dari:

  • Face: Perintahkan untuk tersenyum. Lihat apakah ada bagian wajah yang terkulai tidak ikut terangkat?
  • Arms: Ketika dua lengan diangkat, lihat lengan mana yang tidak tertahan lurus alias terkulai?
  • Speech: Perintahkan untuk mengulang kalimat sederhana. Adakah kesulitan berucap atau ada ucapan yang terdengar samar atau tidak jelas?
  • Time: Jika ada hal-hal di atas yang ditemukan, maka secepatnya dibawa ke pelayanan kesehatan.

Berpacu dengan Waktu

Dalam perjalan menuju sarana pelayanan kesehatan, waktu harus selalu dihitung dan menjadi pusat perhatian. Saat kekurangan oksigen, sel otak mulai sekarat dalam hitungan menit. Ada obat penghilang sumbatan pembuluh darah otak yang bisa mengurangi kerusakan otak, namun perlu digunakan dalam waktu 3- 4,5 jam dari gejala awal stroke. Begitu jaringan otak telah mati, bagian tubuh yang dikendalikan oleh area itu tidak akan bekerja dengan baik. Inilah sebabnya mengapa stroke adalah penyebab utama kecacatan jangka panjang.

Diagnosa Stroke

Sesampainya di IGD rumah sakit, langkah awalnya adalah ditentukan tipe dari stroke yang terjadi, karena ada dua tipe utama stroke yang berbeda penanganannya. CT scan dapat membantu dokter untuk menentukan apakah gejala stoke tersebut oleh karena penyumbatan pembuluh darah atau perdarahan. Selain CT scan, mungkin diperlukan pemeriksaan tambahan untuk menentukan lokasi penyumbatan atau perdarahan di otak.

Dua Jenis Stroke

Stroke Iskemia

Jenis stroke yang paling sering terjadi adalah iskemia yang mencakup 9 dari 10 penderita stroke. Penyebabnya adalah gumpalan darah yang menghambat aliran darah di dalam otak. Gumpalan darah tersebut bisa berasal dari area tersebut atau kiriman dari area yang lain dari tubuh.

Stroke Perdarahan

Stroke perdarahan lebih jarang terjadi tapi jauh berbahaya dan sangat mungkin jatuh pada kondisi yang fatal. Stroke ini terjadi oleh karena pecahnya pembuluh darah otak yang memang sudah lemah. Akibatnya, perdarahan di dalam otak terus terjadi dan sulit diberhentikan.

‘Stroke Mini’ (TIA)

Serangan iskemik transien (TIA), yang sering disebut “stroke mini”, terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu untuk sementara waktu, menyebabkan gejala mirip dengan stroke yang sebenarnya. Saat darah mengalir lagi, gejalanya hilang. TIA adalah tanda peringatan bahwa stroke bisa terjadi segera. Oleh karenya sangat  penting untuk mencari bantuan medis segera jika Anda merasakan gejala TIA.

Penyebab Stroke

Penyebab tersering adalah atherosklerosis – penebalan dinding pembuluh darah arteri. Hal ini terjadi karena terbentunya PLAK – tersusun atas lemak, kolesterol, kalsium, dan lainya – di bagian dalam dinding arteri yang kemudian menyebabkan ruang dalam pembuluh arteri menyempit. Gumpalan darah bisa jadi bersarang di dinding dalam arteri yang semakin sempit tersebut kemudian menyebabkan stroke iskemia. Pula, atherosklerosis sendiri memudahkan terbentuknya gumpalan darah. Adapaun stroke perdarahan, terjadi oleh karena tidak terkontrolnya tekanan darah yang tinggi yang menyebabkan pecahnya arteri yang sudah melemah.

Faktor Resiko

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi meningkatnya angka kejadian stroke. Terbagi dalam faktor yang yang dapat dikontrol dan tidak dapat dikontrol. Beberapa faktor resiko yang dapat dikontrol adalah:

  1. Kondisi Kronik tertentu, meliputi:
    • Tekanan darah tinggi
    • Kolesterol tinggi
    • Obesitas
    • Diabetes melitus
  2. Perilaku tertentu, misalnya:
    • Merokok
    • Kurang olahraga
    • Konsumsi alkohol
  3. Diet yang tidak sehat yakni diet yang tidak seimbang, kurang sayur, buah dan gandum serta ikan.

Adapun faktor resiko yang tidak bisa dikontrol adalah usia tua, riwayat keluarga dengan stroke, laki-laki dan etnik tertentu.

Penanganan Emergensi

Untuk stroke iskemia, penanganan emergensi difokuskan pada obat-obatan untuk melancarkan aliran darah. Obat-obatan penghancur gumpalan darah dinilai sangat efektif dalam hal melarutkan gumpalan dan meminimalkan kerusakan selanjutnya. Tapi obat-obat tersebut harus segera dimasukkan dalam waktu 3 – 4,5 jam dari serangan awal. Adapun stroke perdarahan lebih sulit penanganannya. Tiga kendali stroke perdarahan meliputi kontrol tekanan darah, perdarahan dan pembengkakan otak.

Kerusakan Jangka Panjang

Kerusakan jangka panjang oleh karena stroke tergantung pada derajat keparahan dan cepatnya penanganan dalam menstabilkan otak. Tipe kerusakan jangka panjang tergantung pada area otak yang terkena serangan. Beberapa masalah pasca serangan stroke meliputi mati rasa dan atau kelemahan pada lengan atau tungkai, kesulitan berjalan, gangguan penglihatan, gangguan menelan serta gangguan bicara dan masalah dalam memahami pembicaraan. Berbagai masalah di atas dapat terjadi permanen tapi banyak juga mereka yang mendapatkan kemampuan mereka kembali.

Rehabilitasi Stroke

Terapi Wicara

Rehabilitasi adalah pusat dari proses pemulihan stroke yang akan membantu pasien untuk mendapatkan kembali kemapuannya yang hilang dan untuk belajar mengimbangi kerusakan yang permanen. Tujuannya adalah membantu untuk mengembalikan pasien menjadi semandiri mungkin. Untuk pasien yang mengalami gangguan bicara, terapi wicara dan bahasa merupakan sesuatu yang penting. Ahli terapi wicara juga dapat membantu memulihkan gangguan menelan pasien.

Terapi Fisik

Kelemahan otot, sebagaiman gangguan keseimbangan, merupakan problem yang paling sering dialami oleh pasien stroke. Hal ini dapat mengganggu aktivitas berjalan dan aktivitas yang lain dari pasien. Terapi fisik akan menjadi cara yang efektif untuk mengembalikan kekuatan otot, keseimbangan dan proses koordinasinya. Untuk gangguan motorik halus semisal menggunakan pisau dan garpu, menulis,  memasukkan pin baju, terapi okupasi akan sangat membantu.

Terapi Mental

Adalah sesuatu yang sering dijumpai pada penderita stroke dan keluarganya mengalami berbagai perasaan yang hebat seperti rasa takut, marah, cemas dan sedih. Seorang psikolog atau konsultan kesehatan mental dapat membeikan beberapa strategi untuk mengatasi luapan emosi ini. Ahli terapi juga dapat melihat tanda-tanda depresi, yang seringkali menyerang pasien pasca stroke.

Pencegahan Stroke

Gaya hidup

Seseorang yang pernah mempunyai stroke atau TIA harus memulai mengambil langkah untuk mencegah terjadinya kekambuhan dengan:

  • Menghentikan merokok
  • Olahraga dan memngendalikan berat badan
  • Tidak meminum alkohol dan membatasi asupan garam
  • Makan dengan diet sehat yang banyak mengandung sayuran, ikan, dan biji-bijian.

Obat-obatan

Untuk mereka yang beresiko tinggi stroke, dokter seringkali merekomendasikan obat-obatan untuk menurunkan resiko seperti obat anti platelet termasuk aspirin, untuk menjaga supaya tidak ada perlekatan platelet dan membentu gumpalan darah. juga obat anti penggumpalan darah seperti Warfarin, yang mungkin dibutuhkan untuk menangkal stroke bagi orang tertentu. Jika anda punya hipertensi, dokter akan memberikan obat-obatan penurun tekanan darah.

Pembedahan

Pada beberapa kasus, stroke dapat diakibatkan karena penyempitan arteri karotis – pembuluh darah yang melintas di sisi kanan kiri leher yang membawa darah ke otak. Pada kasus ini, seseorang yang punya stroke ringan atau TIA, akan memperoleh keuntungan dari pembedahan yang dikenal dengan ‘carotid endarterctomy’. Prosedur ini akan membuang plak dari dinding arteri carotis dan membantu mencegah serangan berulang stroke.

Balon dan Sten

Pada beberapa kasus, dokter juga akan menangani arteri carotis yang buntu tanpa operasai besar, Prosedur ini disebut angioplasty, yakni dokter memasukkan kateter ke dalam arteri untuk sementara waktu  dan menggembungkan balon kecil untuk melebarkan lumen arteri yang dipersempit oleh plak. Sebuah tabung logam, disebut stent, dimasukkan dan ditinggal didalam lumen arteri agar alirah darah tetap terbuka.

Kehidupan Pasca Stroke

Banyak orang dengan stroke memperoleh kembali kemampuan untuk merawat diri sendiri jika taat pada rencana rehabilitasi yang dirancang untuk mereka. Mereka yang mendapatkan terapi obat penggempur gumpalan darah segera dapat pulih total. Dan mereka yang mengalami kecacatan seringkali bisa belajar berfungsi secara mandiri melalui terapi. Telah ditunjukkan bahwa 3% sampai 4% dari semua pasien yang mengalami stroke, akan mengalami serangan stroke kedua.

Sumber: http://www.webmd.com/stroke/ss/slideshow-stroke-overview?ecd=wnl_spr_060617_REMAIL&ctr=wnl-spr-060617-REMAIL_nsl-ld-stry_1&mb=aEKveREzyu5MZwMiK24AkOHnVev1imbC2jH6KOOgkqY%3d

 

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: